Rasanya baru kemarin aku melihat foto lama kita, foto yang
kuanggap satu kenangan yang indah bersamamu. Rasanya belum lama saat terakhir
kali kita saling berhadapan, bertatapan, dan membicarakan hal-hal konyol yang
membuat kita saling tertawa. Aku masih ingat betul saat tanganmu membelai
rambutku yang tertiup angin pantai di sela tawa kita.
Masih ingat? Saat kita berada di satu tempat makan, kamu
memaksa lidahku untuk menyantap makanan favorit mu yang sungguh sangat pedas
dengan mengelus pundakku lembut layaknya seorang kakak yang menyuruh adiknya
makan agar lekas tumbuh besar. Setelah
itu, kita terpisah selama beberapa bulan karena aku harus berpindah tempat
tinggal ke daerah Bogor. Namun, tak satu haripun ku lewatkan tanpa pesan
singkat darimu, tanpa kabar dan perhatian darimu.
Lalu tanpa alasan yang jelas, kamu memintaku untuk menemuimu
di StarBucks Cibinong City Mall. Meskipun aku telat 3 jam, kamu tetap
menyambutku dengan senyum saat aku tiba dengan gelisah. Tanpa menunggu, kamu
memesan Cappucino untukku, ya kamu memang sangat tau bahwa itu adalah minuman
kesukaanku. Kebahagiaan dapat terpancar dari senyumku, melihatmu lagi setelah
terpisah beberapa bulan belakangan ini karena kesibukan masing-masing.
Namun, bahagiaku terhenti saat bibirmu mulai merangkai
kalimat-kalimat yang merangkumkan cerita bahagiamu dengan dia. Hal itu telak
menghantamku, membuat semua seakan tak berarti. Aku sempat gemetar, tapi aku
harus tetap berlagak seakan ikut bahagia bersamamu, meski airmata hampir
memecah senyum palsuku yang bingung mencari makna semua ini. Perhatian luar
biasa yang tak berarti untukmu.
Setelah hari itu, entah berapa banyak airmata
yang terjatuh karenamu untuk kesekian kalinya.
Aku takkan menyalahkan kamu atau dirinya. Ini salahku yang
hadir di kisah yang salah. =))
No comments:
Post a Comment