CHOOSE YOUR LANGUAGE

Wednesday, 10 December 2014

Kisah Yang Salah



Rasanya baru kemarin aku melihat foto lama kita, foto yang kuanggap satu kenangan yang indah bersamamu. Rasanya belum lama saat terakhir kali kita saling berhadapan, bertatapan, dan membicarakan hal-hal konyol yang membuat kita saling tertawa. Aku masih ingat betul saat tanganmu membelai rambutku yang tertiup angin pantai di sela tawa kita.

Masih ingat? Saat kita berada di satu tempat makan, kamu memaksa lidahku untuk menyantap makanan favorit mu yang sungguh sangat pedas dengan mengelus pundakku lembut layaknya seorang kakak yang menyuruh adiknya makan agar lekas tumbuh besar.  Setelah itu, kita terpisah selama beberapa bulan karena aku harus berpindah tempat tinggal ke daerah Bogor. Namun, tak satu haripun ku lewatkan tanpa pesan singkat darimu, tanpa kabar dan perhatian darimu.

Lalu tanpa alasan yang jelas, kamu memintaku untuk menemuimu di StarBucks Cibinong City Mall. Meskipun aku telat 3 jam, kamu tetap menyambutku dengan senyum saat aku tiba dengan gelisah. Tanpa menunggu, kamu memesan Cappucino untukku, ya kamu memang sangat tau bahwa itu adalah minuman kesukaanku. Kebahagiaan dapat terpancar dari senyumku, melihatmu lagi setelah terpisah beberapa bulan belakangan ini karena kesibukan masing-masing.

Namun, bahagiaku terhenti saat bibirmu mulai merangkai kalimat-kalimat yang merangkumkan cerita bahagiamu dengan dia. Hal itu telak menghantamku, membuat semua seakan tak berarti. Aku sempat gemetar, tapi aku harus tetap berlagak seakan ikut bahagia bersamamu, meski airmata hampir memecah senyum palsuku yang bingung mencari makna semua ini. Perhatian luar biasa yang tak berarti untukmu. 

Setelah hari itu, entah berapa banyak airmata yang terjatuh karenamu untuk kesekian kalinya.
Aku takkan menyalahkan kamu atau dirinya. Ini salahku yang hadir di kisah yang salah. =))

No comments: