Hujan malam ini mengantarku menuju dirimu melalui kenangan. Langit-langit
kamar yang redup seakan menjadi layar dan memutar kembali memori manis
tentangmu, mengingat lagi indah lekuk senyumanmu yang segera ku rindukan.
Kusadari betapa cinta pertama itu sangat menakutkan untukku,
ketika hati memaksa untuk mencintai kamu yang juga dicintai banyak orang. Ketika
manusia bodoh sepertiku harus menerima kenyataan pahit bahwa hanya khayalanlah
satu-satunya tempat dimana aku bisa memilikimu.
Memang terdengar sangat bodoh, karena sekian lama mencintai
seseorang yang bahkan belum pernah ku genggam dan rasakan hangat jemari
tangannya. Namun, aku tak peduli. Ada seribu alasanku untuk tetap mencintaimu,
karena hati takkan pernah berbohong dan selalu tahu apa yang ia inginkan.
Biarkan aku memasuki takdirmu diam-diam dan menyatukan hati
kita dengan ikatan do’a.
No comments:
Post a Comment