CHOOSE YOUR LANGUAGE

Wednesday, 31 December 2014

2015. Aku Siap!

31.12.2014. Pukul: 12:01.

Tepat memasuki hari terakhir di tahun ini, mataku sulit sekali terpejam. Sudah hampir dua jam aku mencoba untuk tidur, namun sia-sia. Memang ini bukan kali pertama insomnia melanda malam indahku.

Segera ku ambil sebungkus rokok dan korek api kesayanganku, kemudian bergegas menuju balkon gedung kostku. Tempat ini memang selalu indah dan tepat untuk merenung. Ditemani batang demi batang rokok, pikiranku mulai menjelajah ke tahun-tahun sebelum saat ini.

Pandanganku menyapu setiap sudut kota Jakarta dari ketinggian. Titik-titik cahaya lampu menghiasi Jejeran rumah dan gedung yang berantakan, khas Indonesia. Terpaan angin malam yang menggigit, membuatku mengingat lagi saat dulu; ketika hidup belum seindah ini. Ketika tangisan masih menjadi teman baikku.

Masih teringat harapanku di penghujung tahun 2013 kemarin: 

"Tuhan, terimakasih atas segala yang telah kauberikan padaku tahun ini. Aku harap di 2014, semua akan menjadi lebih baik, semua asa berubah nyata. Dan... Tetap bersamaku, Tuhan."

Aku tersenyum. Ku pejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam mengingat kebaikan Tuhan. Ia memang mendengar doaku. Telinga-Nya memang sangat peka. Mata-Nya memang sangat awas. 
Memasuki tahun 2014, banyak keajaiban yang menghampiri kehidupanku. Aku mulai kehilangan segala sesuatu yang buruk, kemudian Tuhan menggantinya dengan sesuatu baru yang jauh lebih baik. Butiran peluh dan airmataku, dibayar-Nya dengan kebahagiaan yang sungguh sangat tidak sepadan jika hanya disyukuri melalui kata-kata. 

Begitu banyak pelajaran dan makna yang dapat ku telaah. Terutama mensyukuri segala apa yang ku miliki saat ini. Karena bersyukur adalah kunci menuju kebahagiaan lain yang jauh lebih baik. 

Terimakasih Tuhan, karena telah memercayaiku menjalani kisah serumit ini.
Terimakasih Tuhan, karena selalu membisikkanku cara untuk menuju jalan keluar dari setiap ujian-Mu.
Terimakasih Tuhan, untuk selalu bersikap adil kepadaku yang pernah tak mengenal rasa syukur.
Jika ada kata-kata yang lebih indah dari 'terimakasih', maka akan kuberikan kata itu untuk-Mu, Tuhan.
Jika ada cara terbaik untuk berterimakasih atas segala kebaikanmu selain 'bersyukur', maka aku akan melakukannya untuk-Mu, Tuhan.

Kini. Dengan Bissmillahirrahmannirrahim. Dengan menyebut nama-Mu, aku melangkahkan kaki menuju tahun yang baru.
Dan... Dengan Allhamdulillahirrabbil alamin. Dengan melantunkan segala pujian dan rasa syukur untuk-Mu, aku tinggalkan tahun ini. Semoga tahun 2015 menjadi tahun yang lebih baik dari 2014.

Harapanku :

- Semoga tahun 2015, aku bisa menjadi seorang yang selalu bersyukur dan tetap di jalan Allah.
- Semoga tahun 2015, aku bisa membuat keluarga, juga orang-orang yang kusayangi menyaksikan kesuksessanku dan membuat mereka bahagia.
- Semoga aku bisa membahagiakan Ibu.
- Semoga tahun 2015, aku bisa lebih fokus dalam membangun karir dan menghindari segala kesenangan yang tidak bermanfaat.
- Semoga tahun 2015, segala asa berubah nyata dan yang telah nyata, menjadi lebih baik lagi.
- Semoga tahun 2015, semua tetesan airmata berubah menjadi butiran kristal kebahagiaan yang abadi.
- Semoga tahun 2015, Tuhan meridhoi segala yang ku harapkan.
- Semoga tahun 2015, Tuhan selalu bersamaku untuk membimbing dan menjagaku agar terus berada di jalan-Nya. 

...AMIN...AMIN... YA RABBAL AL AMIN...


Selamat datang 2015. Aku siap!




No comments: