CHOOSE YOUR LANGUAGE

Monday, 17 November 2014

Memeluk dan mengharapkanmu dalam doa

Aku berfikir bagaimana caranya agar bisa untuk tidak memikirkanmu, sedetikpun. Namun, nyatanya aku tak sanggup. Nyatanya aku tak bisa.
Sihir apa yang kamu punya, sehingga aku sampai segila ini? Senaif ini? Kamu tau, sebelumnya aku hanyalah sosok polos yang sangat bahagia karena tak mengenal cinta dan rasa sakitnya.
Namun, kamu merusak semuanya dengan kehadiranmu. Dengan datangnya dirimu dan semua harapan-harapan palsumu. Semua perlakuanmu yang membuatku berharap.
Nyatanya? Ini semua biasa untukmu, ini semua tak berarti untukmu. Kebersamaan kita, canda tawa kita, semua memori hanyalah hal biasa untukmu. Tak ada yang spesial dariku di hatimu.
Sungguh perih ini terasa sangat jelas, ketika aku tau bahwa aku bukanlah seorang yang spesial di hatimu.
Semuanya jelas, tertata rapih dalam ucapanmu. 
Lalu, apa yang harus aku lakukan? Marah, dan mempertanyakan apa arti 'aku' untukmu? Itu tidak mungkin ku lakukan. Karena akan sangat memperjelas lukaku jika jawabanmu tidak sesuai dengan harapanku, akan sangan memperjelas lukaku jika kamu hanya bisa mendengar, tanpa mau menjawab.
Sejak itu, ku coba perlahan menjauh darimu dan membalut luka yang kamu torehkan secara tidak sengaja dan berpura-pura tidak memerdulikanmu.
Sampai saat ini, aku masih terus berpura-pura tak cemburu, ketika melihatmu dengan dia. Sampai saat ini aku berpura-pura tak menangis sendirian, saat merindukanmu. Sampai saat ini aku berpura-pura bahagia dalam penderitaan ini.
Aku tau ini salahku yang sangat mudah mengubah hal biasa menjadi harapan yang indah. 
Namun, tak apa. Mungkin saat ini kamu memang tak mencintaiku, namun siapa tau besok, lusa, dan seterusnya? 
Saat ini, biarlah aku memeluk dan mengharapkanmu dalam doa. 



















No comments: