CHOOSE YOUR LANGUAGE

Monday, 24 November 2014

Bajingan Dari Masalalu

Mungkin aku adalah manusia terbodoh, karena ingin mengulangi lagi kesalahan yang menyakitkan dimasa lalu, memberikan kesempatan kepada bajingan yang pernah merobek perasaanku dengan sadis dan membuangnya begitu saja. Entah bagaimana lagi, kamu hadir di saat yang tepat, kamu tau titik lemah hati dan perasaanku. Kamu kembali saat cintaku untukmu masih belum terbuang, kamu kembali dengan muka memelas, berlutut, menunduk, seakan meminta iba dan simpati lagi dariku; seseorang yang dulu pernah kamu buang jauh-jauh dari naskah takdirmu.

Namun aku kalah, aku kalah untuk kesekian kali dengan rasa cinta yang tak memerdulikan kisah lalu. Rasa cinta yang berani mempertaruhkan segalanya demi kebahagiaan samar. Dengan mudah aku biarkan kamu memasuki lagi kisahku, menyisipkan lagi nama kamu dalam kisahku

Masih ingat Waroeng Stick di daerah Galur, Jakarta Pusat? Dulu, tempat ini sempat menjadi tempat yang sangat aku benci karena dapat mengingatkanku pada sosok bajingan. Namun, kini tempat ini mulai akrab lagi, bajingan yang dulu ku benci kini melata lagi, merayap perlahan, dan melahap hatiku dengan sempurna tanpa mau menyisakan atau membaginya dengan siapapun.

Entah apa tujuanmu datang kembali dan berjanji akan memperbaiki semua kehancuran yang telah kamu beri kepadaku? Mungkinkah dia yang dulu sering kamu sebut-sebut namanya dan selalu kamu banding-bandingkan dengan diriku telah merobek juga hatimu, melakukan hal yang sama seperti dulu telah kamu lakukan padaku karena dia, dan membuatmu sadar bahwa tidak ada manusia lain yang mampu mencintai kamu seperti aku?

Hari demi hari aku lalui bersamamu dengan perasaan wadpada dan banyak berpedoman pada kegagalan hubungan kita dulu. Kali ini tidak akan terlalu mematahkan hati dan perasaanku jika kamu meninggalkan aku lagi secara tiba-tiba, seperti dulu.

Namun, mengapa saat ini ku rasakan cintamu semakin hangat, kasihmu semakin ku rasa, dan perasaanmu untukku semakin nyata ku rasa menjalar perlahan menembus dinding hatiku. Sulit untuk tidak mencintaimu lagi, kini. Semakin lama, kamu semakin memesona, menghipnotisku lagi dengan sikap lembut, pengertian dan kehadiran.

Mengingat semua yang terjadi kini membuatku takut dan menyalahkan diri sendiri karena telah memberikan kesempatan kepada dia yang sempat ku juluki “Bajingan”. Semua terasa lebih indah dari masa-masa dulu, sebelum kamu menghancurkan hatiku, dan membuatku takut. Takut mencintai bajingan sepertimu lagi.

Namun, bagaimana jika kamu benar-benar berubah? Masih pantaskah kamu menerima cinta utuhku yang dulu sempat kamu cabik-cabik? Biarlah ku simpan pertanyaan ini dan menjawabnya nanti, di saat yang tepat.

Tiga tahun telah berlalu, kamu masih di sisiku, kamu masih bersamaku, mengikat dan mengharapkanku dengan bukti ketulusan cintamu, padaku. Tersadar ketika aku terbangun di pagi hari dan memikirkan semua perjuanganmu untuk mendapatkan kembali kepercayaanku, mendapatkan kembali cintaku, mendapatkan kembali perasaanku, mendapatkan kembali kepedulianku, mendapatkan kembali semua hal yang dulu pernah kamu injak-injak demi seorang yang salah, seorang yang kemudian meninggalkanmu saat kamu terjatuh.

Memang menyakitkan, memang terdengar bodoh. Aku tidak tahu mengapa kamu ingin mendapatkan lagi semua hal yang dulu kamu buang, hingga sesakit ini? Tentu aku merasa sangat terharu, bahagia, dan kesal, melihat semua pengorbananmu tiga tahun ini. Ku rasa, kamu berhak mendapatkan lagi semuanya, karena pengorbanan dan kesakitanmu sudah sangat cukup untuk menebus semua dariku, utuh, dan membuatku melupakan kejadian dulu; saat seorang bajingan datang hanya untuk merusak dan menginjak-injak perasaan tulusku.

No comments: