CHOOSE YOUR LANGUAGE

Wednesday, 29 October 2014

Aku dan semua luka untukmu.

Kamu yang mengajari aku mengais-ngais masalalu...
Menarikku kembali dalam ruang kenangan yang telah lama hilang dari memori otakku...
Memaksaku melukai lagi luka yang sempat menghilang...
Hingga akhirnya aku terjatuh tak berdaya untuk kesekian kali...

Inikah keinginanmu?? Inikah rencana indahmu??
Kau pergi meninggalkan luka dan kembali untuk melukai...
Mengapa cinta sesakit ini, seperih ini? Hingga tak dapat lagi ku bedakan antara tawa dan tangis...

Kau membuat mata ini buta, hingga aku tak dapat melihat keindahan lain, kecuali dirimu...
Kau membuat bibirku bisu, hingga aku tak dapat lagi mengucap nama lain, kecuali namamu...
Kau membuat telingaku tuli, hingga aku tak dapat lagi mendengar apapun, kecuali kata-katamu...
Kau membuatku lumpuh, hingga aku tak bisa pergi menjauh darimu...

Nyatakah cinta yang selalu terpendam ini?
Akankah kau melihat tangisan malam ku untukmu?
Akankah kau tau bahwa namamulah yang selalu kuselipkan dalam doa-doa sebelum tidurku?
Akankah kau tau disini akulah satu-satunya sosok yang rela terluka untukmu?

Ini terdengar sangat tidak adil, mengapa yang mencintailah yang harus sangat sangat tersakiti?
Menahan perih atas nama cinta...
Ini sungguh kebahagiaan yang sangat bodoh, karena bahagiaku adalah kebahagiaanmu dan kebahagiaanmu adalah tangisanku...

Akankah semua berbeda? Akankah semua berubah berbalik?
Akankah tiba saatnya giliranmu untuk mencintaiku, bertahan mempertahankan cinta yang terlihat sepihak?
Atau mungkin itu hanya harapan yang akan membawaku pada airmata lagi dan lagi?
Jika memang saat itu akan benar-benar terjadi, maka aku akan rela menunggu saat itu, bahkan di kehidupan selanjutnya.



No comments: