Di hari kedua, ini terasa sangat sulit kulalui, aku harus bangun pagi dan fighting dengan macetnya Jakarta untuk bisa sampai tepat waktu di kantor. Hari itu aku di perkenalkan dengan teman-teman satu shift ku, astuti, nurulita, dan banyak lagi. Akupun mendapatkan rekan kerja yang asik saat itu, sebut saja kak Rina, dia cukup bawel dan asik, sampai aku tak sadar waktu jam pulang sudah tiba.
Besok paginya aku kembali datang ke kantor tepat waktu dan saat absensi aku berkata pada kak Rina
"Kak, kita bareng lagi ya?"
Kak rina hanya senyum dan menaikkan alisnya sbg tanda menyetujui ucapanku. Tapi, tiba-tiba seseorang nyeletuk dengan suara besar dan nyaring
"PENGEN BANGET YA LOE BARENGAN SAMA KAK RINA?!!"
Yap, suara itu berasal dari seekor gadis, eh, seorang gadis maksudnya, namanya maudy, keliatannya sih dia pentolannya disana. Ah, saat itu aku terdiam sama sekali tak menjawab karena takut dan itu membuatku mulai merasa tak nyaman.
Minggu pertama aku lalui dengan mulus, kini aku di percaya untuk berjaga sendirian, saat itu aku sedang beres-beres wilayah kerjaku (lantai 4, children), kemudian maudy datang meminta isi streples dan pena. Aku takut dan sebenernya males untuk ribut, karena aku masih baru disini. Tapi, ternyata maudy tdk seburuk itu, setelah mendapatkan yang ia cari, ia bertanya
"Eh, entar istirahat lo makan apa?"
Dia bertanya sambil tersenyum (tapi tetep aja kelihatannya serem) :p
Aku jawab " Di kantin aja bareng lina."
"Oh, emang makanan apa yang enak di kantin? Lo udah cobain makan ayam penyet belum? Enak deh.." Entah itu sebuah ajakan, atau sekedar promosi. Tapi aku hanya mengiyakan semua kata-katanya.
Setiba waktunya istirahat, aku sedang duduk di kantin bersama lina, kami kebingungan memilih menu makanan yang terlihat sangat membosankan semuanya. Lalu, maudy, nurulita dan astuti menghampiri kami dan mengajak kami makan di ayam penyet (restoran paling favourite disana). Tentu saja aku dan lina tidak menolak, sesampainya di restoran itu kami memesan menu andalannya yg sering di sebut-sebut maudy yaitu ayam penyet. Aku, lina, astuti dan maudy mulai dekat, ya karena aku ini tipe laki-laki yang humoris, maka terciptalah momen yang lucu, canda tawa karena membahas hal-hal yang belum tentu jelas. Tapi, saat itulah awal persahabatan kami, setelah itu mereka lah yg menjadi temanku, kami semua sangat dekat, kami selalu menghiasi hari-hari kerja yg membosankan dengan canda tawa karena tema gak jelas yg ku bahas.
Hari itu hari ke sepuluh aku bekerja (kalau tidak salah), aku datang agak sedikit terlambat dari biasanya. Saat itu aku lihat seorang cewek mengenakan baju training yg sama denganku, aku fikir dia anak baru, kemudian aku bertanya pada nurulita
"Nur, ini siapa? Anak baru ya?"
"Iya namanya Rosa, dia udah dari bulan lalu masuknya, dia di pindah shift kesini, karena shift kita kekurangan orang tam." Jawab nurulita lengkap.
Anehnya, cewek ini tak bersuara sedikitpun padahal aku sudah bertingkah konyol dan melontarkan lelucon yang membuat teman-temanku yang lain tertawa, tapi dia tidak. Agak aneh, kemudian aku menegurnya dengan sedikit lelucon.
"Rosa jangan diem aja dong, kalo gak mau ngomong, kentut kek minimal yg penting bersuara."
Dia menatapku dan tersenyum.
Rosa ini anak yang mudah membaur, entah bagaimana dia bisa dengan cepat menjadi bagian kami; aku, lina, astuti, rosa, maudy dan nurulita. Semakin lama kami semakin dekat, semakin dekat, sehingga mulai tersebutlah kata "genk UGANS" untuk kami. Kepo ya? Kok ugans sih? Maksudnya apa? Oke, nama itu tercipta begitu saja. Saat itu kami semua sedang mengadakan meeting dengan supervisor kami, ketika itu supervisor kami sedang pilek, kemudian aku, astuti dan nurulita melihat ada yg menggantung di lubang hidung supervisorku sebelah kiri, yaaa benar sekali, itu adalah Upil yg mengGANtung, ah ini gak seharusnya masuk dalem cerita. Saat istirahat tentunya hal itu menjadi topik pembicaraan kami, tidak hanya hari itu, esoknya pun sama. Dari situlah tercipta nama UGANS (upil gantung, s di belakang itu menandakan bahwa banyak, tidak hanya satu upil yg menggantung). Yap dengan cepat nama genk kami tersebar luas dan populer di tempat kerja, bahkan atasan-atasan kami pun tau nama itu. Haha
Kami konyol, muka tembok dan tidak tau malu. Untuk apa malu saat bersama-sama? Salah satu kekonyolan kami adalah saat senam pagi, di perusahaan tempatku bekerja mewajibkan untuk senam sebelum toko dibuka, disitulah ke konyolan kami, kami bersama-sama dengan PD senam dengan gaya kami masing-masing dan dengan ke konyolan kami masing-masing. Banyak karyawan dan atasan yang senang dengan semangat kami yang super tentunya.
Hari demi hari kami terus lalui dengan momen-momen konyol dan bermakna yang tidak akan pernah terhapus dalam memori otak kami.
Tentu saja itu bukan sebuah akhir, masih ada awal cobaan dalan persahabatan kami, contohnya larangan dari atasanku agar tidak terlalu dekat dengan maudy, karena dia bukan anak yang baik. Whatthe? Saat itu aku gak perduli sama omongan mereka, karena menurut aku maudy itu baik dan masih wajar.
Sangat banyak sosok yang melarangku utk dekat atau bersahabat dengan maudy, karena takut aku terkontaminasi. Tapi, aku gak pernah dengerin ucapan mereka. Mungkin itu membuat mereka sedikit geram sehingga membuat mereka memperhatikan dan mencari-cari kesalahanku. Memang awalnya tidak ada masalah apapun, hari demi hari kami lewatkan seperti biasa, dengan canda tawa karena kekonyolan kami masing-masing.
Sampai tiba saat itu, masa kontrak kerja maudy sudah habis. Tentu saja kami tau mulai hari itu kami akan kehilangan maudy disini, aku dan yang lain menahan airmata melihat maudy yg sedang menangis saat mengemas semua barang-barang miliknya, kami menunggunya selesai hingga hampir malam dan mencoba menghibur maudy dengan lelucon konyol yg biasanya selalu berhasil membuat maudy tertawa, tapi tidak kali itu.
Esoknya, melalui hari tanpa maudy itu sangat terasa, ya karena biasanya ada yang selalu berisik dan nyamblak, tiba-tiba hilang. Tapi, setidaknya kami masih tetap berkomunikasi.
Setelah satu bulan, nama ugans benar-benar melejit, bahkan dari yang kami tau. Banyak yang diam-diam membicarakan kekonyolan kami, entah baik atau buruk, yang pasti kami selalu menganggap semua hal itu baik.
Astuti dengan sikapnya yang dewasa, sabar, dan konyol. Cewek berkacamata ini emang sedikit kolot sama pergaulan, dia lebih senang kaskus-an di rumah drpd harus hangout kayak anak muda lainnya, dan dia juga cewek yg gak gampang move-on dari mantannya. Nurulita dengan sikapnya yang nyablak, congornya yang super, dan sifat yang kayak anak kecil, dia juga berkacamata seperti astuti, sehingga banyak orang yg sulit mengenali antara astuti dan nurulita, ohya satu lagi, dia ini bener-bener maudy kedua. Lina dengat sifatnya yg sok paling tua, tegas, lucu dan super kepo. Dia ini satu-satunya cewek yg selalu menentang semua perkataanku, kami sering sekali terlibat perdebatan, dan aku selalu mengalah agar dia menang, woooo! Kemudian Rosa dengan sifatnya yang sedikit cabul, rada nyablak, berisik dan sok seksi, dia ini tipe cewek bandel dan bisa jaga rahasia, dia tau semua rahasiaku, dia juga masih ngarep sama mantannya dani. Dan terakhir Aku yang konyol dan selalu berusaha menghidupkan suasana dengan lelucon yang kadang tidak lucu. Hahaha...
Ini bulan ke-4 aku bekerja, tentu saja makin banyak cobaan yang menghadang, apalagi atasanku masih sangat memperhatikan dan mencari kesalahanku karena dekat dengan maudy, apalagi karena akhir-akhir ini aku terlihat sering gonta-ganti gadget, mereka fikir aku menggunakan uang kantor untuk membeli gadget-gadgetku yang memang mahal. Kenyataannya aku membeli itu semua menggunakan uang pribadiku dari beberapa perusahaan yang pasang iklan di twitterku, mulai dari restoran Yoshinoya, samsung id, mcDonald, beberapa onlineshop dan akun twitter pribadi. Ini dia tarif pengiklanan di twitterku;
- 3jt perbulan (berisi 70x tweet promosi) utk brand-brand resmi.
- 2jt perbulan (berisi 70x tweet promosi) untuk onlineshop dan akun pribadi.
Cloudnya lumayan bisa +10k followers perbulan, bisa call aku kalau minat. (Hehehe sekalian promosi).
Oke lanjutt!!
Aku rasa itu cukup untuk menambah uangku membeli gadget mahal, jujur saja
aku mulai merasa tidak betah bekerja disini, banyak yg membicarakanku di belakang, terutama senior-seniorku karena aku sering mengganti gadgetku. Mungkin mereka tertutup rasa iri, sehingga tidak mau bertanya kebenaran kepadaku sebelum mengclaim bahwa aku membeli gadget-gadget ini dengan uang kantor. Yap, tapi untungnya Ugans percaya dan memberiku semangat untuk tetap bertahan di sana.
Bulan ke 5, itu masa-masa yang sulit saat aku bekerja di sana, sudah sangat banyak kecurigaan dan omongan-omongan yg membuatku sangat sangat ingin resign. Tapi, karena ugans, aku selalu mengurungkan niat itu, jujur saja aku takut kehilangan mereka dan merekalah alasan aku bertahan. Sampai akhirnya terjadi keributan, dimana aku melakukan kesalahan dalam pekerjaanku, kemudian aku di panggil oleh atasanku, di tegur dan menjelaskan semuanya, aku benar-benar telah menjelaskan semua dengan jelas dan jujur, namun mereka samasekali tidak percaya dan memaksa aku mengakui kesalahan yang tidak aku perbuat, mereka seolah memaksaku mengiyakan apa yang mereka tuduhkan, akhirnya aku di berikan surat pernyataan. Disitulah aku bertahan karena ugans, karena takut kehilangan sosok mereka (sahabat-sahabatku) dan kebetulan bulan depan adalah bulan ramadhan, aku tahankan niat untuk resign sampai setelah lebaran.
Hari demi hari kulalui dengan berbagai fitnah dan diskriminasi yg terlalu dibuat-buat di tempat kerjaku, hah biarlah mereka menanggung sendiri karma atas ini.
Bulan ramadhan tiba, kami disibukkan oleh karyawan perbantuan edisi ramadhan, saat itu banyak ku temui wajah-wajah baru yang cukup asik seperti zulinar, jamal, vina, syaiful, hilda, ria, indah, dinda dan masih banyak lagi. Setidaknya mereka bisa membantuku untuk tetap merasa asik saat bekerja, thanks gais, iloveyou :*
Seminggu sebelum idul fitri, saat itu kami merasa sangat senang meskipun harus bekerja keras dari hari ke hari menghadapi padatnya pembeli dan pengunjung. Pagi itu seperti biasanya kami menunggu toko buka sambil membersihkan wilayah kami, karena waktu itu wilayah kami sudah bersih, kami putuskan untuk keliling area melihat-lihat, saat itu astuti cerita
"Tam, gue td denger katanya ugans mau di pindah shift setelah lebaran."
"Ah masa?"
"Iya tam, gue bingung deh harus gimana kalo kita dipisah mending gue resign aja deh, karena yg bikin gue bertahankan itu kalian." Ucap astuti sambil meneteskan airmata
Melihat itu aku mengelua kepala astuti sambil berkata
"Enggak kok, itu gak akan terjadi. Kalopun terjadi kita jalanin aja, toh sebentar lagi kontrak kita habis."
Sebenarnya aku sedih mendengar itu, aku tau penyebab hal itu adalah aku, karena mereka dekat denganku, seperti halnya dulu aku dekat dengan maudy. Satu hari full aku memikirkan hal ini, apa yang akan aku perbuat jika kami di pindahkan shift? Lalu terbesit di otakku, ini semua karena aku, mungkin jika aku tak ada, hal ini tidak akan terjadi. Saat itu aku ambil keputusan untuk resign setelah idul fitri nanti, agar tidak ada yg harus terpisah karena aku, lagipula aku memang sudah sangat tidak betah bekerja di tempat itu.
Satu hari sebelum idul fitri, ada kabar heboh yang menggemparkan, perusahaan kami mengalamai pencurian uang sebesar 800000000 (delapan ratus juta cuyy, ribet amat lo ngitung nol-nya). Entah aku harus senang atau sedih, mungkin senang karena bisa saja itu adalah hukuman dari Tuhan untuk semua atasan-atasan yang selalu memfitnah, selalu melihat keburukan, dan tidak pernah menghargai kerja keras seluruh karyawannya. Ya tapi aku harus berpura-pura seakan sedih seperti yang lain, lagipula hari itu toko sangat ramai pengunjung sehingga tak ada waktu untuk mengingat hal tidak penting itu. Sampai jam pulang kantor utk shift 2 tiba, kamu semua saling bersalaman dan meminta maaf karena besok adalah idul fitri, tentu ugans sangat bahagia dan menunggu hari itu. Tapi tidak dengan aku, karena aku tau waktuku bersama mereka sudah tidak lama lagi, karena aku harus resign dari tempat kerjaku. Namun, aku sembunyikan semua itu rapat-rapat sehingga tak satupun dari mereka tau, karena mereka pasti akan melarangku jika mengetahuinya.
Besok adalah hari terakhirku bekerja, aku sangat ingin menikmati suasana bersama mereka di tempat kerja untuk yang pertama kali, tp sayangnya mereka saat itu libur, jadi aku hanya sendirian di hari terakhirku bekerja disini. Entah kenapa hari itu terasa kelabu, padahal seharusnya berwarna, karena sebentar lagi aku akan bebas dari semua fitnah dan tuduhan yang tak jelas dr atasan-atasanku. Oke jam pulang kantor, aku bersiap membawa semua barang-barangku, dan segera pulang, karena esok aku harus memulai hidup baru di bogor dan takkan kembali ke tempat menyebalkan itu.
Esoknya aku menerima pesan dari rosa
"Tama hari ini off ya?"
"Iya kok tau?"
"Loh bukannya seharusnya libur lo itu lusa ya?"
"Iya gue bolos, kayak gak kenal gue lo ah"
"Dasar lo ah tam, cepetan masuk kek, kita-kita udah kanget bgt sm lo."
Aku sengaja tak membalas pesan terakhir dr rosa, karena entah kenapa aku merasa aneh, merasa akan kehilangan sesuatu yang biasanya ada. Ya aku tau itu mereka, tapi aku harus melakukan ini, karena lebih baik aku pergi dan tidak ada yg dipindah shift. Setidaknya aku masih bisa menemui mereka saat rindu.
Tiga hari telah berlalu, tak ada satu pesanpun dari mereka, karena mereka tau salah satu hobiku adalah bolos kerja, hingga saatnya mereka melihat pembaruan statusku
"Start a new life here, bogor! I hope ure a good beginning."
Dengan cepat rosa mengirim pesan,
"Tam skrg lo di bogor? Lo udah resign?"
"Iya, maaf ya gak bilang dulu."
"Lo tuh jahat tau gak? Gak bilang sama kita, bahkan kita gak sempet ucapin perpisahan!"
Aku tau rosa dan ugans sangat kecewa dengan tindakanku, tapi percayalah "SAHABAT ITU SEPERTI BINTANG DILANGIT, WALAU JAUH, TAPI SELALU BERSINAR MENEMANI KALIAN DALAM GELAP MALAM."
Tentu saja banyak yang menyadari kepergianku, banyak sekali yang bersedih, merasa kehilangan dan menanyakan apakah aku benar-benar resign dari kantor. Beberapa dari mereka juga menceritakan bahwa ugans sangat berbeda saat aku tak ada, bahkan rosa dan lina sempat menangis karena kepergianku yang mendadak (sorry guys, i do this for our relationship).
Beberapa kali ugans mengontakku, mengirim pesan dan mengajakku bertemu. Karena jarak yang cukup jauh, kami agak kesulitan untuk bertemu, tapi hari itu aku usahakan untuk bisa bertemu mereka, karena aku juga sudah sangat merindukan mereka.
Kami bertemu di rumah astuti, seperti biasa mereka nampak lucu dan konyol, namun ada sedikit yang berbeda, aku merasa ada yg aneh dr sifat lina, ia seperti berusaha menggali diriku, menyembunyikan keingintahuan tentang diriku, berkali-kali ia coba meminjam handphoneku, tapi tak aku berikan, karena itu privasi untukku dan aku agak kecewa dengan sifat lina, kenapa dia harus bersifat seperti itu? Apakah sulit untuk bertanya? Karena jika dia bertanya, aku pasti akan menjawab semuanya dengan jujur, apapun itu. Karena mereka adalah sahabatku, mereka pasti mengerti aku, tapi sepertinya tidak saat itu, mereka seperti ingin sesuatu dariku, tapi aku tak tau itu apa. Aku terus mencurigai dan hati-hati terutama dengan lina saat itu.
Esoknya, lina bertanya di pesan mengenai alamat, dan alamat yang lina sebutkan itu persis dengan alamat dalam ktp ku. Hingga muncullah persepsi di benakku bahwa marcel membuka dompetku, karena aku sempat melihatnya membuka tasku kemarin malam. Aku tak percaya, apa yang mereka mau tau? Kenapa tak menanyakannya langsung padaku? Ini sahabat? Seperti ini? Akhirnya aku delete mereka semua (baca: ugans) dari friendlistku, tak lama rosa menginvite ulang dan menanyakan ada apa? Mengapa aku delete mereka semua? Langsung saja aku beritahu rosa tentang apa yang ada di benakku, bahwa lina telah lancang membuka isi dompetku. Saat itu rosa berusaha keras untuk membuat masalah selesai, tentu saja tidak semudah itu, lina itu seorang yang keras, ia mengirimi aku pesan lewat twitter dan bilang bahwa ia tak melakukan hal yang aku tuduhkan, namun aku tidak mempercayainya. Ya, aku ini memang krisis kepercayaan, ini memang salahku.
Sampai saat ini aku dan lina sama sekali tak saling mengontak, kami sama-sama ego dan tidak akan mudah untuk meminta maaf. Tapi, aku harap dengan membaca tulisan ini, lina bisa memaafkan kekonyolanku dan kalian bisa tau bahwa aku sangat menyayangi mereka, apapun yang terjadi, bagaimanapun mereka, mereka tetap menjadi sahabat terbaikku.
No comments:
Post a Comment