Kaututupi semua pengkhianatanmu dengan sebuah acting dramatis..
Masih ingatkah kamu?
Saat itu kauberbisik dan berjanji akan menjaga kesucian cinta kita atas nama Tuhan..
Inikah dirimu?
Kauajarkan aku bahagia dan kemudian kauberikan aku derita..
Kaulah penipu hati, pengkhianat cinta..
Tak terhitung berapa banyak tetes air mata yang terjatuh karenamu..
Sayang, sudah ku putuskan, semua cukup sampai disini..
Ku tak sudi untuk kausakiti..
Biar aku dan air mataku yang pergi menjauh dari pengkhianatanmu..
Satu pesanku sayang... Karma menyaksikan semua ini..
Karma telah menghitung jumlah air mataku yang telah terjatuh karenamu..
Dan aku akan terus berdiri untuk menunggu karma menjajah kisahmu..
Menunggu karma mengizinkan kamu untuk merasakan juga rasa sakit ini..
Rasa sakit yang takkan mampu terhapus oleh hujan dan tak lekang oleh panas..
Aku akan terus menunggu, sampai sang karma menjajahmu, sayang...
No comments:
Post a Comment